Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Pengikut

Archive

Select Category

Top 5 Popular of The Week

Home » » Bagaimana Rasanya Menikah di Usia Muda ? Wanita Ini Menjawabnya.

Bagaimana Rasanya Menikah di Usia Muda ? Wanita Ini Menjawabnya.

Posted by Update on 6 April 2017


Memilih menikah di usia muda adalah keputusan yang harus dipikirkan dengan masak-masak. Karena menikah adalah bukan hanya sekadar urusan ijab kabul, namun tentang menjalani kehidupan bahtera rumah tangga setelah itu. Begitulah katanya, wanita yang memilih untuk menikah di usia 19 tahun. Banyak alasan dan pertimbangan mengapa dia memilih menikah di usia sebelia itu. Padahal banyak wanita di luar sana yang seumuran dengannya pasti lebih memilih untuk mengejar pendidikan atau karir yang bagus. Namun, ada satu jawaban dari istri muda ini yang menarik perhatian dan ini terlihat seperti alasan yang sepele tapi terkesan sangat serius dan mendalam.

“Karena aku wanita. Wanita itu pamali untuk menolak jika ada lelaki yang serius untuk meminang,” katanya mengapa dia memilih untuk menikah muda.

Mungkin beberapa wanita tidak memercayai kalimat itu, namun bagi istri muda ini dia percaya akan hal itu walaupun ada alasan-alasan lain mengapa dia memilih merelakan masa mudanya untuk laki-laki yang serius meminangnya.

“Dia laki-laki yang baik, mapan, dan rumahnya dekat dengan rumahku.” Itulah alasan-alasan lain yang memantapkan wanita itu.

Ya, itulah alasan-alasan standar seorang wanita ketika memilih untuk menikahi pasangannya. Tetapi, terlepas dari berbagai alasan mengapa dia memilih menikah muda, menjadi seorang istri muda di pernikahan pertama itu tidaklah segampang menjadi istri lagi setelah pernah menjanda. Katanya banyak hal-hal baru yang perlu dia pelajari agar dia bisa menjadi istri yang baik bagi suaminya.

“Pokoknya segala hal yang berhubungan dengan rumah tangga, seperti memasak, membuatkan teh, dan kopi serta harus tahu apa kesenangan suami seperti kebiasaan dan hobinya.”

Melihat jawaban istri muda ini ternyata terbukti bahwa menjadi istri muda tidak hanya duduk manis saja ya, tugasnya sama seperti emak-emak kita yang sudah menikah puluhan tahun. Namun, ketika admin menanyakan lagi apa rasanya menikah di usia muda, dia menjawab,

“Enak juga. Kalau jalan-jalan rasanya tidak seperti orang pacaran. Sudah halal,” katanya.

Kita tahu di balik rasa enak juga ada rasa tidak enaknya ya. Ibarat kata, kita tidak akan pernah tahu rasa manisnya es krim kalau kita tidak pernah tahu rasa pahitnya kopi.

“Tidak enaknya ya banyak cobaan. Misal kalau belum hamil-hamil jadi bahan omongan orang dan itu bisa menjadi masalah dalam rumah tangga. Maka, harus pintar-pintar menjaga keharmonisan dengan suami. Selain itu, masalah keuangan. Harus bisa mengontrol keinginan untuk beli ini dan beli itu.”

Perihal istri yang tidak kunjung-kunjung hamil yang jadi bahan omongan itu betul banget ya. Coba saja kalau kamu memiliki saudara yang sudah menikah pasti pernah mendengar soal ini. Karena generasi penerus adalah salah satu hal yang pasti dinantikan oleh mereka yang menikah dan dibicarakan bagi mereka yang sudah memilki keturunan, mulai dari Bapak dan Ibu mertua, Kakek dan Nenek mertua, bahkan tetangga. Namun, apa yang bisa dilakukan kalau Tuhan masih menginginkan mereka untuk menunggu. Jadi, betul banget kalau mereka yang sudah menikah dan belum dikaruniai anak harus pintar-pintar menjaga keharmonisan.

Itulah rasanya menikah di usia muda yang telah dibagikan oleh narasumber Misen yang tidak mau diketahui identitasnya. Namun, belajar dari kisahnya, dia menitipkan pesan kepada semua wanita,

 “Menikahlah kalau sudah siap dan menikahlah pada waktunya”.

Narasumber : Misen  







Thanks for reading & sharing Update

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Posting Komentar

Flag Counter