14 April 2017

Kebahasaan : Kata Depan (Preposisi), Kata Sandang, dan Kata Seru (Interjeksi)


Kata Depan (Preposisi)
Kata depan atau biasa disebut preposisi merupakan kata yang terletak di bagian awal frasa atau kelompok kata. Kata depan atau preposisi biasanya diikuti oleh kata benda, kata sifat, atau kata kerja.

Jenis dan fungsi kata depan (preposisi)

Kata depan yang berupa kata dasar

Bagi, untuk, guna, buat => menandai hubungan peruntukkan.
Dari => menandai hubungan asal, arah suatu tempat.
Dengan => menandai hubungan kesetaraan, cara, atau kebersamaan.
Di => menandai hubungan tempat berada.
Karena, sebab => menandai hubungan alasan.
Ke => menandai hubungan arah menuju suatu tempat.
Pada => menandai hubungan tempat atau waktu.
Oleh =>menandai hubungan pelaku.
Tentang =>menandai hubungan bab atau hal.
Sejak =>menandai hubungan awal mulai.

Contoh :
Bagi yang berminat mengikuti ekstrakurikeler basket, silahkan mendaftarkan diri.
Ibu membeli ikan, sayur, telor, dan rempah-rempah untuk bahan memasak.
Rajinlah membaca setiap hari guna menambah wawasan kita.
Aku menulis surat pribadi ini buat sahabatku yang ada di Berlin.
Bagas mendapat surat peringatan dari kepala HRD.
Pelaku membunuh korban dengan menggunakan pisau tajam.
Aku berkeliling ke Eropa dengan sahabat terdekatku.
Sekarang aku berkuliah di Universitas Indonesia.
Dia menyayangiku karena aku juga menyayanginya.
Dia tidak ingin berpisah denganku sebab dia sangat mencintaiku.
Aku pergi ke Dubai untuk berlibur di sana.
Dia datang ke rumahku untuk menemuiku.
Pada lelaki itu tampak adanya sifat kedewasaan.
Antonio akan pergi ke Mumbai pada hari Minggu.
Daerah Aceh pernah hancur lebur oleh tsunami yang dahsyat.
Masjid Daan Mogot di Jakarta Barat rencananya akan diresmikan oleh Presiden.
Aku bercerita kepada mereka tentang alasan aku memilih untuk menjadi pengusaha.
Aku sudah terbiasa hidup mandiri sejak aku duduk di sekolah dasar.
Sejak pertama aku melihatmu, aku tahu kamu adalah orang yang baik untukku.
Aku mulai suka menulis sejak tahun 2013.

Kata depan yang berupa kata berimbuhan

Bersama, beserta => menandai hubungan kesetaraan.
Menjelang => menandai hubungan waktu sesaat sebelum.
Menuju => menandai hubungan tujuan atau arah ke suatu tempat.
Menurut => menandai hubungan sumber atau asal.
Sekeliling => menandai hubungan sebab.
Sekitar => menandai hubungan ruang lingkup atau waktu.
Selama => menandai hubungan kurun waktu.
Sepanjang => menandai kurun waktu atau bentang lokasi.
Mengenai => menandai hubungan sasaran.
Terhadap => menandai hubungan arah, kepada.
Bagaikan => menandai hubungan kemiripan.

Contoh :
Aku berlibur ke Tokyo bersama Antonio.
Pak Presiden beserta pengawalnya mengunjungi daerah yang terkena dampak bencana banjir bandang.
Para pendaki mencapai puncak Gunung Himalaya menjelang pagi.
Akses menuju objek wisata Air Terjun Tujuh rusak parah.
Aku sedang menuju lokasi yang kamu kirim melalui pesan.
Menurut Webmetric, Universitas Indonesia berada di peringkat pertama ranking PTN di Indonesia.
Sahabatku harus sesekali mengecek kesehatannya menurut dokter yang memeriksanya.
Tanaman sekeliling rumahku sangat tumbuh subur.
Gadis-gadis yang tinggal sekitar asrama cantik-cantik wajahnya.
Aku akan pergi ke London Inggris sekitar jam 2 siang.
Aku sangat menunggu momen ini selama setahun.
Aku akan selalu menyayangimu selama aku masih hidup.
Banyak sampah yang berserakan sepanjang Jalan M.H. Thamrin.
Banyak kasus  yang  menyita perhatian masyarakat Indonesia sepanjang tahun 2016.
Putusan mengenai kasus kopi bersianida telah diputuskan hakim pengadilan negeri.
Dia selalu percaya terhadap semua kata yang aku ucapkan.
Komisi Pemeberantasan Korupsi melakukan penyelidikan terhadap kekayaan tersangka kasus e-KTP.
Menurutnya, aku bagaikan bintang yang jatuh dari langit.

Kata depan yang berupa gabungan kata

Daripada => menandai hubungan perbandingan.
Kepada => menandai hubungan arah ke suatu tempat.
Oleh karena, oleh sebab => menandai hubungan sebab.
Sampai dengan => menandai hubungan batas waktu.
Selain dari => menandai hubungan perkecualian.

Contoh :
Menurutnya, aku lebih tampan daripada teman-teman kampusku.
Aku selalu memeriksa kembali keakuratan artikel yang kubuat kepada narasumber yang aku jadikan objek inspirasi.
Oleh karena ulahnya yang jahat, dia akhirnya hidup dalam bui.
Oleh sebab tingkah laku dia yang memang benar, akhirnya kebenaran kembali memihaknya.
Pelaku pembunuhan berencana yang menewaskan satu keluarga harus segera menyerahkan diri sampai dengan malam nanti.
Pendaftaran SBMPTN dibuka dari tanggal 11 April 2017 sampai dengan 5 Mei 2017.
Tidak ada boleh yang masuk ke ruang itu selain dari pegawai yang berwenang.

Kata Sandang

Kata sandang ialah kata yang memiliki fungsi membatasi jumlah benda. Terdapat dua jenis kata sandang dalam bahasa indonesia, yaitu : kata sandang yang mengacu pada makna tunggal dan kata sandang yang mengacu pada makna kelompok.
Kata sandang yang mengacu pada makna tunggal.
Kata sandang yang mengacu pada makna tunggal biasanya mengacu kepada konsep yang baik. 

Contoh:
Sang : untuk manusia atau benda dengan maksud meninggikan derajat. Juga sering digunakan untuk sindiran atau gurauan.
Sri : digunakan untuk manusia yang memiliki martabat yang tinggi dalam keagamaan dan kerajaaan.
Hang : digunakan untuk lelaki yang dihormati, namun pemakaiannya terbatas pada hal dan cerita sastra lama.
Dang : digunakan untuk wanita yang dihormati, namun pemakaiannya juga terbatas seperti Hang.
Si : untuk mengiringi nama orang, dan membentuk kata benda dari kata sifat dari kata benda.

Contoh :
Sang juara bertahan, Lee Chong Wei dapat dikalahkan oleh Lindan dalam Malaysia Open 2017.
Wanita itu selalu menuruti perintah Sang suami.
Karena merasa dilecehkan karena tendangan yang sengaja diarahkan kepadanya, Sang legendaris, Einsen sangat marah dan mau menyerangnya balik.
Sri Paus rencananya akan berkunjung ke Nigeria pekan ini.
Kedatangan Sri Baginda Raja Salman disambut sangat meriah oleh masyarakat Indonesia.
Hang Jarjit yang akan mengatur strategi agar bisa mendapatkan harta karun.
Hang Tuah akan segera pergi merantau.
Dang Merduwati adalah tokoh terkenal dalam hikayat melayu.
Si Merah sangat marah kepada Si Putih karena dia tidak mempunyai banyak teman seperti Si Putih.
Si dia orangnya sangat ramah kepada semua orang.

Kata sandang yang mengacu pada makna kelompok

Kata sandang yang mengacu pada makna kelompok adalah para. Kata benda yang mengikuti kata para tidak boleh dinyatakan dalam bentuk kata ulang.

Contoh :
Para siswa-siswa sedang mengikuti kegiatan upacara (salah).
Para siswa sedang mengikuti kegiatan upacara (benar).

Kata Seru (interjeksi)

Kata seru atau interjeksi adalah kata yang yang mengungkapkan perasaan. Untuk memperkuat rasa hati seperti : sedih, senang, heran, kecewa, dan jijik, kita memakai kata tertentu di samping kalimat yang mengandung makna pokok yang dimaksud.
Di samping kata seru yang asli, dalam bahasa indonesia ada pula kata seru yang merupakan serapan dari bahasa asing.
Umumnya kata seru mengacu pada sikap yang :

Bernada negatif :

Cih, dasar lelaki tua yang tidak punya rasa malu.
Cis, muak sekali aku melihat muka kau.
Bah, orang seperti dia lebih baik hidup di hutan saja.
Ih, masih muda tapi semangatnya tidak ada.
Idih, anak baru kemarin berani sekali menggodaku.
Brengsek, sudah kuberi hati malah kau minta jantung.
Sialan, aku bangun kesiangan padahal alarm sudah aku pasang.

Bernada positif :

Aduhai, cantik sekali paras wanita itu.
Amboi, akhirnya kita bisa sampai di puncak.
Asyik, pendapatanku dari ngeblog terus naik.
Alhamdulillah, akhirnya aku bisa pergi ke Tokyo untuk berlibur.
Insya Allah, aku akan menghadiri peresmian pembukaan Olimpiade Tokyo.

Bernada keheranan :

Ai, gemuk sekali badan kau sekarang.
Lo, kenapa kamu bisa berada di sini?
Astaghfirullah, keluargamu mati dalam kecelakaan?
Bernada netral atau campuran :
Ayo, cepat kita masuk ke stadion sebelum  pertandingan dimulai.
Hai, dari mana asalmu?
Astaga, kau tampak lebih tampan sekarang.
Wah, kalau hujan terus bagaimana banjir mau surut.

Oh, kamu sekarang berada di London?
Load disqus comments

0 komentar