10 April 2017

Kehidupan Anak Kampus di Jogja kata Mahasiswi Sastra dan Bahasa Indonesia UNY Ini.


Jogja terkenal dengan sebutan kota pelajar karena banyaknya institusi pendidikan dan juga pelajar yang belajar di daerah Jogja. Institusi pendidikan sekelas universitas, institut, dan sekolah tinggi pun banyak dijumpai di Jogja. Dikenal mempunyai universitas, institut, dan sekolah tinggi yang berkualitas terbaik membuat banyak siswa-siswi lulusan sekolah menengah atas atau sederajat berbondong-bondong ingin berkuliah di Jogja. Salah satunya ialah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang menjadi idaman para pendamba universitas seperti mahasiswi Sastra dan Bahasa Indonesia UNY ini. Dia adalah Siti Fatimah atau akrab disapa Ifat. Melalui dia, admin bisa menanyakan seputar kehidupan anak kampus di Jogja pada umumnya, atau kehidupan anak kampus di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada khususnya.

Bagaimana rasanya ngampus di Jogja?” tanya admin.
Seru. Kenal orang-orang baru dengan culture yg baru pula. Banyak ilmu jika kau mau memahami, bahkan di luar jurusan yg sedang kau ambil saat ini,” katanya.

Ya, pengalaman itu pasti terjadi jika kamu berkuliah di luar daerah tempat tinggalmu. Karena belajar di sebuah intitusi sekelas universitas pasti terdapat kemajemukan dalam hal budaya, ini dikarenakan mahasiswa dan mahasiswi yang belajar di sana berasal dari latar belakang ekonomi dan sosial yang berbeda. Bahkan, jika kamu kuliah di universitas di daerahmu pun pasti bisa merasakan sedikit budaya yang baru, baik itu budaya teman kampusmu atau budaya yang berlaku di kampusmu sendiri.

Dia juga mengungkapkan kebiasaan mahasiswa dan mahasiswi di Jogja terutama di kampusnya itu ada dua tipe, yaitu tipe kupu-kupu dan tipe kura-kura, dia menyebutnya. Tipe kupu-kupu ini ditujukan untuk mahasiswa dan mahasiswi yang hanya kuliah pulang kuliah pulang atau dengan kata lain mahasiswa dan mahasiswi yang tidak betah di kampus. Sedangkan, tipe kura-kura ditujukan untuk mahasiswa dan mahasiswi yang rajin kuliah rapat kuliah rapat alias mahasiswa yang suka mengikuti organisasi atau unit kegiatan mahasiswa gitu.

Perlu kamu ketahui bahwa siti Fatimah adalah mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang mendapatkan bantuan biaya pendidikan bidikmisi sehingga dia juga menyampaikan agar harus pintar-pintar dalam mengatur keuangan. Katanya bantuan keuangan bidikmisi untuk 3 bulan hanya sekitar Rp 1.950.000,- atau bila dihitung perbulannya hanya sekitar 650 ribu. Itu juga kadang telat pengirimannya. Wah, bagaimana ya cara mengatur duit segitu untuk memenuhi keperluan sehari-hari dan tugas kuliah selama sebulan?

Dicukup-cukupin. Yang penting uang bidikimisi harus bisa bertahan sampai tanggal cair berikutnya. Haha,” Kata mahasiswi Sastra dan Bahasa Indonesia UNY itu.

Jika admin hitung-hitung, hanya bermodalkan uang 650 ribu sebulan yang dikurangi untuk biaya kas (kas kontrakan, kas kelas, kas organisasi, dan kas ukm) sebesar 50 ribu serta keperluan dia sebagai cewe selama sebulan sekitar 150 ribu, maka uangnya hanya tinggal 450 ribu. Jika uang 450 ribu hanya digunakan untuk biaya makan dan minum sehari-hari cukup ngga ya?
Misal :
1 kali  makan dan minum = 10 ribu, dan harus 3 kali dalam sehari, maka:
= Rp 10.000,00 x 3 = Rp 30.000,00
Untuk biaya makan dan minum selama sebulan :
= Rp 30.000,00 x 30 = Rp 900.000,00
Maka, artinya dia memiliki hutang :
= Rp 900.000,00 – Rp 450.000,00
= Rp 500.000,00

1 kali makan dan minum = 10 ribu, dan hanya makan 2 kali dalam sehari, maka:
= Rp 10.000,00 x 2 = Rp 20.000,00
Untuk biaya makan dan minum selama sebulan :
= Rp 20.000,00 x 30 = Rp 600.000,00
Maka, artinya dia memiliki hutang :
= Rp 600.000,00 – Rp 450.000,00
= Rp 150.000,00

1 kali makan dan minum = 10 ribu, dan hanya makan 2 kali sehari sambil diselingi puasa senin kamis, maka biaya makan dan minum selama sebulan :
= Rp 10.000,00 x 2 x (30-4)
= Rp 520.000,00
Itu juga dia masih memilki hutang Rp 70.000,00

Lalu bagaimana solusi untuk mengatasi masalah keuangan, solusi yang baik sih sepertinya lebih baik memilih untuk memasak nasi sendiri.
Misal :
Harga 1 kg beras = Rp 10.000,00
Diumpamakan 1 kg = 4 gelas.
Satu hari digunakan ½ gelas, maka beras akan habis dalam 8 hari.
Uang untuk membeli beras selama 32 hari = Rp 40.000,00
Membeli lauk di warung sehari = Rp 10.000,00
Uang untuk membeli lauk selama 30 hari = Rp 300.000,00
Biaya untuk membeli air minum selama sebulan = 3 galon x Rp 15.000,00 = Rp 45.000,00
Maka, biaya makan dan minum selama 30 hari = 300 ribu + 40 ribu + 45 ribu = 395 ribu
Sisa uang
= Rp 450.000 – Rp 395.000
= Rp 55.000

Lumayan kan masih sisa 55 ribu untuk membeli kuota internet. Ya, walaupun itu hanya rincian perkiraan matematis admin saja. Hehe

Dia juga mengungkapkan lebih baik memilih untuk kontrak rumah daripada kos bagi mahasiswa luar kota yang berkuliah dengan bantuan beasiswa. Selain katanya lebih bisa mempererat rasa kekeluargaan dengan teman kontrakan yang lain, kalau kontrak rumah bisa mengurangi pusing memikirkan biaya kos per bulan ya. –hiks- Betul juga.
Load disqus comments

0 komentar