Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Pengikut

Archive

Select Category

Top 5 Popular of The Week

Home » » Perlukah Menyayangi Sepenuh Hati?

Perlukah Menyayangi Sepenuh Hati?

Posted by Update on 4 April 2017


Apakah jika kita mencintai seseorang, perlukah kita menyayangi dengan sepenuh hati? Pepatah bijak mengatakan, “Jika kamu menyayangi seseorang sepenuh hati, maka terlukalah seluruh hatimu saat dia menghilang”. Tetapi, yang namanya cinta sama seseorang ya pasti kita sulit mengontrol kadar yang pas untuk menaruh kasih sayang. Apalagi kalau itu menyangkut keluarga. Nyawa pun gue jabanin. Begitulah ibarat kata. Tetapi, perlukah kita menaruh kasih sayang kita sepenuh hati pada seseorang yang kita cintai? Itu sih tergantung individu masing-masing mau menaruhnya seberapa. Kalau tidak mau amat terluka saat kamu ditinggalkan, jangan berikan kasih sayangmu sepenuh hati. Kamu bisa memberikannya tiga per empat, separuh, sepertiga, seperempat, atau bahkan seperduabelas. Kamu juga bisa menentukan persentase kasih sayang terhadap orang yang kamu sayangi. Misalnya : kamu berikan 85% hatimu untuk keluarga karena mereka selalu ada. 10% untuk sahabat-sahabatmu dan untuk pacar 5% saja karena dialah orang yang paling sering dan paling cepat meninggalkan. –Hiks-

Mengapa kamu sebaiknya jangan memberikan sepenuh hatimu pada seseorang yang kamu sayangi? Karena jika suatu hari nanti dia meninggalkanmu, maka kamu tidak akan merasakan perihnya luka di seluruh hatimu. Itu bisa membuatmu merasakan kesedihan sepanjang apa yang kamu pandang, sepanjang apa yang kamu dengar, dan sepanjang apa yang kamu ingat. Dan itu rasanya nyesek senyesek-nyeseknya. Setiap kali kamu mengingat kenangan tentangnya, itulah titik awal kamu merasakan kesedihan lagi yang amat mendalam. Bahkan pada detik itu, kamu tidak bisa mengingat lagi kenangan-kenangan indah yang pernah kamu ciptakan. Kesedihanmu lebih besar dari kebahagiaan yang pernah kamu rasakan. Kesedihanmu itu juga bisa membuat hidupmu terombang-ambing seperti di tengah lautan, tanpa pegangan dan tanpa harapan.  Hatimu akan sangat terkoyak bagai dihantam ombak yang besar.

sakit, sakit, sakit-.

Itulah rasanya bila kamu menaruh sepenuh hatimu padanya, kemudian dia meninggalkanmu karena suatu alasan, baik itu kembali ke Tuhan, mencari pasangan baru, atau balik ke mantan yang jelas-jelas pernah memutuskan hubungan. Kalau dia meninggalkanmu untuk pasangan baru atau balik ke mantan, itu sih bisa kamu gugat dan perjuangkan. Lah, jika dia kembali ke Tuhan, bagaimana kamu memperjuangkannya? Menggugat takdir Tuhan? Digugat saja tidak boleh. Oleh sebab itu, berikanlah kasih sayangmu kepada seseorang yang kamu sayang dengan sepantas-pantasnya. Apalagi kalau orang yang kamu sayangi masih berstatus sebagai pacar. Resiko untuk pindah ke lain hati masih sangat tinggi. Ambil saja kasus yang nyata adanya. Dia yang pertama kali memohon cinta darimu, kamu pun menerimanya. Dia menyemangatimu dan menanyakan kabarmu lewat facebook, whats up, bbm, dan line.

“Apa kabar sayang?”
“Jangan lupa makan ya !”
“Cemungut ya hari ini”
“Semangat ya ujiannya”
“Jangan pindah ke lain hati ya ! Aku sayang kamu”.

Itulah kata-kata KUTUKUPRET yang memenuhi message kamu. Sampai-sampai tiap menit kamu harus bolak-balik memegang handphone karena ada bunyi:

-klung, klung, klung-

Jangan mudah meleleh dengan kata-kata perhatian seperti itu. Justru kata-kata itu bisa menjadi bumerang bagimu jika kamu mencintainya terlalu berlebihan. Apalagi kata-kata di bawah ini yang harus kamu waspadai.

“Jangan pindah ke lain hati ya ! Aku sayang kamu”.

Kata-kata miring di atas bisa jadi sebuah rencana untuk memastikan agar kamu tidak boleh melirik yang lain sebelum pacarmu itu menemukan calon gebetan baru yang cocok. Dia yang mengatakan, bisa juga dia yang melakukan. Karena yang memohon cintamu dahulu tidak menjamin dia itu orang setia. Alih-alih dia yang memutuskanmu karena sudah menemukan yang baru. Dia pun berdalih dengan membawa jurus andalan yaitu restu orang tua.

“Kita putus ya, orang tuaku tidak setuju kita pacaran”.

Hari berikutnya, kamu melihat mantanmu itu bersama gebetan barunya. Itulah momen terbaikmu mengetahui alasan yang sebetulnya dia memutuskanmu dan disitulah kamu akan menyesali karena telah menerimanya. Hatimu berbicara :

Semoga kamu mendapat balasannya”.

Itulah mengapa kamu harus mengontrol kasih sayangmu kepada seseorang agar kamu tidak merasakan sakit hati yang mendalam saat kamu ditinggalkan.


Thanks for reading & sharing Update

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Posting Komentar

Flag Counter